Senin, 31 Januari 2011

Rombak Lini Belakang


Rombak Lini Belakang

January 31, 2011  /  blmnst!  /    0 Manajer Persib H Umuh Muhtar menilai kekalahan Persib atas Persiwa kemarin malam disebabkan oleh motivasi para pemain di lapangan. Dengan jumlah kebobolan yang mencapai angka 19, Umuh menyoroti lini belakang Persib yang berisi para pemain tim nasional.
“Kekalahan kemarin memang murni karena pemain. Ini berdasarkan laporan yang saya terima. Wasit pun sudah bagus memimpinnya. Mau tidak mau tim pelatih harus memikirkan strategi lagi untuk dilaga selanjutnya.” kata H Umuh Muhtar di Bandung.
Ia lalu mengisyaratkan akan adanya perombakan lini belakang pada jeda putaran kedua Liga Super Indonesia musim ini. Ia bersama para pelatih akan melakukan evaluasi sebelum putaran kedua dimulai. “Lini belakang kita memang menjadi kendala. Kita harus cepat-cepat membenahi, Putaran dua harus ada perombakan,” tegasnya.
Disinggung mengenai rumor masuknya beberapa pemain tambahan pada posisi penting tersebut, H Umuh mengatakan akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan tim pelatih untuk membahas keperluan penambahan pemain. Yang jelas, Persib masih memiliki jatah satu lagi pemain asing karena mulai November lalu Gonzalez telah resmi menjadi pemain lokal.
“Saya masih tunggu masukan dari pelatih, namun jika para pemain asing tersebut kualitasnya memang bagus kita akan membuka pintu bagi mereka. Termasuk Abanda Herman yang katanya ingin bergabung di Persib,” ungkap H Umuh.
Mengenai peluang Persib pada pertandingan selanjutnya melawan Persipura, manajer yang juga pengusaha kota Bandung ini mengaku pesimis timnya dapat mencuri poin di Jayapura. Persipura dinilai Umuh masih memiliki kualitas permainan yang lebih baik dari Persiwa.
Di klasemen sementara LSI 2010/11, saat ini Persib berada di posisi 14 dari 15 peserta sedangkan Persipura berada kokoh dipuncak pimpinan dengan perbedaan poin diantara keduanya adalah 21 poin.

Kamis, 27 Januari 2011

HOOLIGAN 1
Click to enlarge
Price: Rp. 110,000.00
Stock Pre Order
Model: HOOLIGAN 1
Average Rating: Not Rated
Designer: holtang

Available Options:
Size:
     Size Info
Qty:

Selasa, 25 Januari 2011

Persib Menuju LPI

textTEXT SIZE :   
Share
Raka Zaipul - Koran SI
Skuad Persib saat latihan.(foto:SINDO)
BANDUNG – Habis sudah kesabaran tim Persib Bandung atas kinerja wasit Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011. Setelah dikerjai wasit Suharto saat dijamu Persisam Samarinda (20/1/2011) silam, kali ini giliran wasit Najamudin Aspiran yang dituding sebagai biang keladi rusuh laga kontra Arema Indonesia di stadion Siliwangi, Minggu (23/1/2011) malam.

Emosi puluhan ribu bobotoh yang memadati stadion Siliwangi pecah pada menit ke-66. Gelandang Arema M Ridhuan terlihat menyikut pemain muda Persib Wildansyah. Namun, wasit terlambat mengambil keputusan karena tengah berkonsultasi dengan hakim garis. Tidak lama kemudian, penonton pun mulai melempari wasit dan bench cadangan Arema.

Aksi ini langsung memicu amuk bobotoh di semua sudut tribun. Aksi bakar-bakaran pun terjadi. Bobotoh mengamuk dan langsung merusak semua fasilitas yang ada di stadion. Parahnya, striker Pablo Frances yang tengah menenangkan massa justru menjadi sasaran amuk polisi. Aksi ini langsung memicu amarah pemain serta manajemen Persib.

Wakil gubernur Jawa Barat Dede Yusuf yang menyaksikan langsung laga mengaku begitu kecewa atas kinerja wasit LSI. Dede menegaskan, jika LSI terus berjalan seperti ini, maka jangan salahkan jika Maung Bandung memilih kompetisi yang lebih sehat.

“Prinsipnya permainan kita sudah bagus. Tapi kenapa selalu ada masalah non-teknis seperti ini. Semua juga lihat kinerja wasit seperti apa. Jadi, wajar jika bobotoh berharap pemandangan yang lebih baik, iklim sepakbola yang lebih sehat,” ungkap Dede.

Pria yang juga Duta Persib ini mengaku, bertahan di LSI atau pindak ke Liga Primer Indonesia (LPI) baginya tidak masalah. Yang jelas, kata Dede, Persib mendambakan ruang kompetisi yang lebih baik dan tidak lagi dirusak oleh kepemimpinan wasit. “Silahkan ini nanti tugas manajemen. Pindah atau bertahan saya tetap dukung Persib,” tegasnya.

Wakil Dirut PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) Muhamad Farhan yang juga menyaksikan laga mengakui batas kesabaran Persib sudah habis. Pasalnya, persoalan kinerja wasit menjadi tidak terselesaikan. Farhan mengaku, akan segera membahas langkah Persib bersama para petinggi PT PBB lainnya.

“Secepatnya kita harus ambil keputusan. Jujur saja, LSI sudah benar-benar kacau dan kita tidak mungkin bertahan di sini kalau seperti ini terus,” tegas Farhan.

Senin, 24 Januari 2011

polisi merusak mobil hooligan tangerang dan mencedrai angota viking dan ladies vikers tangerang


Seusai pertandingan, kerusuhan meluas ke luar stadion. Bobotoh, yang sudah dengan aman dan tertib keluar stadion, justru diserang oleh oknum petugas kepolisian di luar stadion. Salah satu sasaran oknum keamanan tersebut adalah Viking Persib Fans Shop yang terletak di Jalan Banda No 9S, hanya 100 meter dari Stadion Siliwangi.

Berdasarkan pantauan Tribun, toko distro tersebut mengalami kerusakan di seluruh bagian kacanya. Sekitar 25 motor yang diparkir di halamannya ikut dirusak. Beberapa bus dilempari kacanya dan sebuah mobil APV yang dipakai oleh hooligan asal Tangerang ikut dirusak pula.

Menurut saksi mata yang juga anggota Viking, Firman, di lokasi kejadian, kerusuhan susulan itu terjadi saat petugas keamanan tersebut akan kembali ke markasnya di Jalan Jawa. Tiba-tiba, tepat di perempatan Jalan Banda-Belitung, petugas tersebut mengejar beberapa bobotoh yang tengah bergerombol di distro Viking tersebut.

"Kami mundur masuk ke halaman distro karena kalah jumlah, tapi mereka tetap mengejar dan memukuli beberapa bobotoh sampai terluka. Tak sampai di situ, mereka merusak distro dan kendaraan bobotoh," katanya.

Hingga tengah malam, beberapa anggota Viking masih berjaga di sekitar distro untuk mengantisipasi adanya serangan susulan dari oknum petugas keamanan.

Sumber : TRIBUN JABAR

Selasa, 18 Januari 2011

Pemain Bersaing Berebut Posisi Inti

Pemain Persib Bandung mulai bersaing berebut posisi inti agar mendapat kesempatan dimainkan dalam suatu pertandingan. Hal itu merupakan dampak dari rotasi pemain yang dilakukan pelatih Daniel Roekito pada laga menghadapi Bontang FC, Minggu (16/1) lalu.

Kini persaingan antarpemain mulai terlihat pada latihan perdana Persib di Kota Samarinda di lapangan tenis Hotel Mesra, Jln. Pahlawan No. 1, Kota Samarinda, Selasa (18/1). Persib kini tengah dalam persiapan melawan Persisam Putra, Kamis (20/1).

Pelatih Persib Daniel Roekito mengatakan, pada latihan tersebut para pemain menunjukkan perubahan. Latihan lebih semangat dan bersungguh-sungguh.

"Pemain yang kemarin tidak dimainkan atau pemain yang hanya jadi cadangan memperlihatkan kesungguhannya kepada saya. Mereka lebih bersemangat, enggak loyo-loyo," kata Daniel kepada wartawan Pikiran Rakyat Novianti Nurulliah dan Andri Gurnita di Samarinda.

Pada saat Persib dijamu Bontang FC, Daniel berani membangkucadangkan pemain yang sudah punya nama, sebut saja Pablo Frances dan Markus Haris Maulana. Kemudian, pemain timnas Singapura, Shahril Ishak, bahkan Baihakki Khaizan tidak ada dalam deretan nama di line up. Saat itu Daniel memasang Cecep Supriyatna pada posisi kiper, di belakang ada Maman Abdurahman, Nova Arianto, dan M. Agung Pribadi. Di tengah diisi oleh Siswanto, Hariono, Eka Ramdani, dan Dias Angga, sedangkan di depan dihuni oleh Atep, Cristian Gonzales, dan Hilton Moreira.

Daniel mengakui, pemain mulai menyadari adanya persaingan sehat untuk bisa dimainkan. Daniel tidak akan melihat pemain itu bernama besar atau berpengalaman. Ia hanya ingin pembuktian dan kesungguhan pemain yang diperlihatkan dalam latihan dan visi bertanding.

"Ini kan baru latihan pertama. Saya tahu mereka setidaknya pamer kemampuan. Namun, hal itu belum menentukan siapa pemain yang akan diturunkan Kamis nanti," katanya.

Daniel akan menurunkan pemain yang berkemauan, disiplin, dan kerja keras. Ia tidak memandang siapa pemain tersebut, apakah dia pemain muda ataupun pemain yang sudah berpengalaman. Daniel akan memastikan siapa anggota skuadnya yang akan menjadi starting eleven dan cadangan Rabu (19/1) ini pada saat Persib uji coba lapangan. Daniel mengakui bahwa dirinya sudah terbiasa menentukan pemain satu hari menjelang hari pertandingan.

"Banyak kemungkinan, bisa seperti kemarin melawan Bontang. Bisa saja pemain muda diturunkan lagi, atau pemain berpengalaman. Ya, lihat saja besok (Rabu ini)," ujarnya.

Menurut dia, pada lini belakang dipastikan akan kembali mengalami rotasi pemain. Selain itu, dia akan mencoba mencari posisi pengganti Hariono yang akan absen dalam laga kedelapan Persib itu. "Pengganti Hariono bisa saja Shahril Ishak atau Dias Angga. Dias itu juga bisa diturunkan sebagai gelandang bertahan," katanya.

Pada latihan yang digelar pada Selasa pagi itu, Persib hanya melakukan latihan ringan di lapangan tenis selama 60 menit. Pemain melakukan pemanasan, kemudian dilanjutkan dengan bola tangan. Pada sesi futsal, Daniel membagi dua tim. Satu tim berompi dihuni oleh Markus, Maman, Cecep, Hilton, Pablo, Shahril, Dias, Rachmat Afandi, Baihakki, Agung, dan Hariono. Sisanya, Eka Ramdani dan lainnya menjadi lawan tim berompi. Setelah itu, pada akhir latihan, pemain melakukan sprint dan passing.

Persisam

Jelang satu hari melawan Persisam, Daniel mengaku sudah mengantongi kekuatan mereka. Menurut dia, Persisam bisa mengalahkan Sriwijaya FC 4-1, dan Persib dikalahkan Sriwijaya FC 1-4. Namun, hal itu tidak bisa menggambarkan bahwa kualitas Persib di bawah Persisam. "Ya, namanya juga sepak bola, Sriwijaya dikalahkan Persisam di kandangnya karena Persisam juga mainnya bagus," katanya.

Menurut dia, saat itu Persisam memiliki motivasi tinggi karena tim yang dihadapinya baru memenangkan pertandingan. "Bisa saja lawan kita pun tidak seperti hari kemarin ketika lawan Sriwijaya," ujarnya.

Di samping itu, Daniel mewaspadai kerja sama Ronald Fagundes dengan Julio Lopez. Menurut dia, pemain Persib harus mengawal ketat kedua punggawa asuhan Hendri Susilo itu.

"Yang penting kalau Julio Lopez jangan balik badan, kalau balik badan shooting dia bagus. Fagundes cukup kirinya dimatikan dan ikuti saja," ucap mantan pelatih Fagundes di Persik Kediri itu. 

pertandingan selanjutnya